Jumat, 23 Agustus 2019

Aku Bangga Jadi Anak Petani

AKU ANAK DESA

Orang Tuaku adalah Petani, pekerjaan yang kecil dimata orang. Tetapi petanilah yang menunjang kehidupan manusia.
Sebelum terbit matahari keluar dari peraduannya, Bapak dengan seragam taninya, pakaian kerja yang warnanya sudah pudar, cangkul dan alat lainnya diikat dipinggang sebelah kirinya, serta topi caping warna coklat kesayangan sudah usang beliau siap melangkah dengan semangat menuju sawah dan kebun. Dikala yang lain masih menikmati tidur paginya menunggu sijago membangunkan, Bapak sudah menyusuri jalan dengan kaki kekarnya.

Aku hidup dari hasil tanah, lewat beras, kelapa, jagung, singkong, kedelai dan tanaman sayur lainnya yang dipanen pada musimnya, dengan itulah aku bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dari sd hingga slta, Sekolah Negeri di daerahku. Bermodal hasil sawah dan kebun yang merupakan hasil panen sendiri aku bisa tumbuh dan menjadi seperti ini.

Kamu tumbuh dan hidup dari hasil tanah, karena itu jangan sampai dikemudian hari kamu menjual tanah demi kenikmatan duniawi” pesan Bapak yang selalu melekat erat ditelingaku. Tak harus malu jika punya orangtua petani. Melainkan bangga, karena mereka memberi hidup pada orang-orang yang butuh makan. Banggalah jika orangtuamu petani, karena pekerjaan mulia itulah yang menghantarmu pada suatu keberhasilan untuk tetap hidup. 

AKU BANGGA MENJADI ANAK PETANI DESA

by: lare ndusun tlatah bangon sojokerto




























Tidak ada komentar:

Posting Komentar